Ikuti Ayunan Blue Chips, Jangan Buy-and-Hold

Blue Chips cocok untuk investasi nabung saham, dengan cara mengikuti ayunannya, bukan disimpan dalam jangka panjang (Buy and Hold). Karakteristik pergerakan harga blue chips mayoritas seperti roller coaster, naiknya pelan, tapi kalau turun kenceng hampir sama seperti saham gorengan. Perjalanan kenaikan harganya sampai beberapa bulan, perlu sabar menunggu, dan ketika sudah mulai naik bisa dapat keuntungan +20%. Ini yang dimaksud dengan "mengikuti ayunan". Sekali mengikuti ayunan bisa dapat 20%.

Peluang Keuntungan Saat Garis Kuning Datar-Datar Saja

Hari perdana perdagangan sesudah libur lebaran memberikan cukup banyak kejutan, begitu banyak saham-saham yang hari ini meroket lebih dari 5% sehingga tercatat sebagai top gainers, diantaranya: TKIM +11% SMRA +10% WTON +6,79% WIKA +5,7%.

Semakin menarik lagi, hanya sebulan berselang sejak IHSG berbalik pada pertengahan Mei 2019, saham-saham itu memberikan kenaikan fantastis, dimana TKIM naik +100%, WIKA naik +29,7%, WTON naik +16,5%, SMRA naik +17%.

Integrasi Data Kepemilikan Asing dari KSEI

Tiada menyangka, di dalam website KSEI terdapat informasi berharga yang tidak diketahui mayoritas investor. KSEI mempublikasi data Kepemilikan Efek (holding composition) sejak tahun 2016 hingga sekarang. Data memuat jumlah lembar saham yang diterbitkan serta sebaran kepemilikannya, seberapa dipegang oleh investor lokal dan asing. Data ini tersedia H-1 bulan, data yang dilihat sekarang merupakan data bulan sebelumnya.

Fungsi Ganda Teknologi Garis Kuning

Saat itu 26 Maret 2019, headline koran Bisnis Indonesia memberitakan emiten grup Salim sebagai "kinerja yang ciamik" dengan uraian data faktual ICBP sebagai peraih pertumbuhan laba bersih tertinggi. Berita bagus ini akan mendorong investor mainstream untuk mulai membeli ICBP. Apakah sudah saatnya beli? Belum tentu, cek dulu garis kuningnya.